Selasa, 03 November 2020

7 Negara dengan Muslim Terbanyak di Dunia

Muslim Terbesar di Dunia

 IslamicNetwork.id - Kita tau muslim telah banyak menduduki sebagian besar negara-negara yang ada didunia. Banyak negara-negara yang bermayoritaskan agama muslim.

Tentunya ini adalah salah satu amanat dari Allah SWT. Karena selain diciptakan untuk menyembah Allah SWT, Manusia di ciptakan untuk menjaga dan mengatur dimuka bumi ini. Tentunya aturan yang terkandung dalam agama islam.

Hal inilah yang membuat banyak muslim menyebarkan agama islam itu sendiri. Lalu negara apa sajakah yang memiliki kaum muslim terbanyak didunia?

1. Indonesia

Negara kita tercinta ini, juga adalah salah satu negara dengan mayoritas muslim terbesar. Dilihat dari populasi dunia, negara indonesia menyumbang sekitar 12,7 persen.

Pernah dilaporkan sekitar 88,1 persen beragama islam dari 205 juta penduduk.

2. Turki

Turki adalah salah satu negara muslim terbesar juga didunia yang telah menyumbang sekitar 4, 6 persen. Sedankan didalam negaranya sendiri, turki memiliki sekitar 98,6 persen penduduk yang beragama muslim.

3. Pakistan

Pakistan telah mengambil 11% dari seluruh populasi Muslim di dunia. Dan pada 2010, sekitar 98,4% penduduk pakistan bermayoritaskan Muslim.

4. India

Negara dengan penduduk terbanyak ini tenyata juga menjadi salah satu negara penghasil umat islam terbanyak. Dan juga perkembangannya cukup pesat, karena pada tahun 2010, negara ini memiliki persentase penduduk muslim sekitar 10,9 persen.

Namun tahun 2015, menjadi 14,6 persen atau diperkirakan sekitar 177 Juta orang.

5. Bangladesh

Bangladesh di jaman dulu, hanya memiliki sekitar 9,2 persen muslim. Namun sekarang kalo kita lihat lagi presentasenya naik sangat tajam. Karena dari 9,2 % berubah menjadi sekitar 90,4 %.

Pada tahun 2010, telah diperkirakan ada 149 juta orang muslim yang berada di bangladesh.

6. Maroko

Negara yang berada diwilayah afrika selatan ini ternyata memiliki jumlah populasi muslim yang berjumlah 32 Juta Orang. Sedangkan jika dilihat dari presentasi muslim yang ada dimaroko, itu mencapai sekitar 99 persen (%) Muslim.

Sedangkan jika dilihat dari total penduduk orang muslim di dunia. Maroko telah menyumbang sekitar 2 persen (%) dari total penduduk di dunia.

7. Mesir

Sebuah negara benua yang meliputi dari sudut timur laut afrika ini, sudah memiliki hingga sekitar 80 Juta muslim. Angka tersebut berarti telah mencangkup sama dengan 4,9 persen (%) dari banyaknya populasi muslim di dunia.

Bahkan dari dalam negaranya sendiri, sekitar 94,7 persen (%) warga di negara tersebut beragama muslim.

Itulah 7 Negara dengan Muslim Terbanyak di Dunia. Jangan lupa baca artikel dari Islamic Network yang lainnya seputar agama islam.

Dapatkan juga produk menarik dari ReduX Store karena akan ada penawaran khusus pembaca setia islamic network. Yuk dapatkan produknya [disini].

Refferensi:

https://republika.co.id/berita/noywh5/inilah-10-negara-dengan-populasi-muslim-terbesar-di-dunia

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/25/indonesia-negara-dengan-penduduk-muslim-terbesar-dunia

https://id.wikipedia.org/wiki/Bangladesh#:~:text=Bangladesh%20adalah%20negara%20Muslim%20terbesar,agama%20lain%20juga%20boleh%20dianut

https://republika.co.id/berita/qcizaz430/dalil-bumi-diciptakan-untuk-dikelola-manusia

Lanjut Baca 7 Negara dengan Muslim Terbanyak di Dunia

Senin, 19 Oktober 2020

,

Sebuah Kisah Ashabul Kahfi (Kisah Al-Qur'an)

Gue Ashabul Kahfi

 IslamicNetwork.id - Kisah ashabul kahfi adalah kisah yang menceritakan tentang ketujuh pemuda yang melarikan diri dari kekejaman Raja Decyanus untuk mempertahankan keimanan mereka. Lalu mereka pergi ke Gua dan tertidur di dalam gua selama 309 Tahun.

Kisah ini berada di Al-Qur'an surah Al-kahfi ayat 9-26. Memang bagi kita ini adalah hal yang mustahil akan tetapi bagi Allah SWT. Hal ini adalah hal yang tidak mustahil. (Ar-Ra’d Ayat 11).

Okeh pada kali ini saya akan membagikan cerita tentang ashabul kahfi. Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca semua.

Begini Kisah Ashabul Kahfi

Di ayat ke 9 surah al-kahfi, disinggung dengan sebuah pertanyaan tentang peristiwa ini. Yaitu peristiwa orang-orang yang mendiami gua, akan tetapi jangan mengira bahwa kisah ini menakjubkan.

Karena ada mukjizat yang lebih menakjubkan lagi seperti salah satunya penciptaan langit dan bumi. Kemudian di ayat ke 10, diceritakan lebih lanjut yaitu ketika para pemuda berlindung ke dalam goa dan berdoa pada Allah SWT.

Lalu merekapun ditutup telinga-nya agar tidak dapat mendengar apa-apa dan menidurkan dalam waktu yang sangat lama. Kemudian Allah SWT, membangunkan mereka dan melihat manakah diantara kedua golongan itu (orang beriman dan kafir) yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal.

Dan kemudian di ayat ke 13, dipertegas kalo cerita ini adalah cerita yang benar (Artinya bukan cerita yang tercampur adukkan dan tidak jelas). Dan juga untuk memberitahu siapa yang beriman kepada allah maka akan diberikan petunjuk.

Di ayat selanjutnya, mereka (pemuda itu) dikuatkan kesabarannya (dalam artian karena telah meninggalkan keluarga dan kampung halamannya) dan kesabaran di atas agamanya.

Menurut beberapa pendapat, ketika itu terdapat Raja bernama Decius dari Roma, sekitar 249 – 251 masehi. Raja itulah yang membuat para pemuda tersebut pergi ke gua untuk menjauhkan diri dari ancaman raja jahat tersebut..

Untuk tau lebih lengkap kisah ashabul kahfi secara lebih detail, kamu bisa membaca al-qur'an surah al-kahfi ayat 9-26.

Segitu aja dari islamic network, semoga bacaan ini bermanfaat bagi kita semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lanjut Baca Sebuah Kisah Ashabul Kahfi (Kisah Al-Qur'an)

Minggu, 18 Oktober 2020

Kisah Burung Gagak yang Mengajarkan Manusia

Burung Gagak

 IslamicNetwork.id - Di indonesia burung gagak memiliki beberapa mitos, salah satunya adalah sebagai pertanda kematian. Apakah mitos tersebut benar? Jawabannya belum pasti.

Akan tetapi dalam islam sendiri, burung gagak ada kaitannya dengan kata "kematian". Yaitu burung gagak adalah binatang yang mengajarkan pada manusia (Qabil) untuk menguburkan manusia lainnya (Habil).

Jadi kalo dikatakan burung gagak membawa kematian? ya jelas TIDAK. Karena gagak itu pada dasarnya sama dengan burung-burung yang lainnya. Okeh tapi kayaknya seru juga nih kalo kita menceritakan tentang kisah burung gagak yang mengajarkan cara mengubur pada manusia.

Begini kisahnya...

Sebelum menceritakan, gue pengen ngejelasin dulu. Kalo cerita ini bersumber dari al-qur'an surah al-maidah ayat 30-31. Jadi biar kalian aman dan gak sesat dalam membaca cerita ini.

Dalam al-maidah ayat 30, dikatakan bahwa Qabil adalah orang yang termasuk merugi di dunia dan akhirat karena dia mengikuti hawa nafsunya untuk membunuh saudaranya sendiri. Yaitu Habil.

Lalu dalam ayat selanjutnya, dikatakan bahwa allah mengutus seekor burung gagak mengali tanah di bumi untuk mengguburkan burung gagak lainnya yang sudah mati.

Apa yang dilakukan burung gagak tersebut adalah untuk mengajarkan kepada Qabil, bagaimana caranya menguburkan mayat saudaranya yaitu Habil. Lalu Qabil berkata "Celakalah aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini. Agar aku dapat mengubur saudaraku ini?".

Lalu dikatakan dalam al-Quran bahwa Qabil termasuk orang-orang yang menyesal. Nah, dari sini kita tau kalo ternyata awal mula manusia belajar menguburkan ke tanah adalah dari allah melalui perantara seekor burung gagak.

Seperti itulah kisah singkatnya, kalo ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar ya. Keep Learning and Stay Humble.

------------------------------

Referensi Sumber:

https://tafsirweb.com/1915-quran-surat-al-maidah-ayat-31.html

https://tafsirweb.com/1914-quran-surat-al-maidah-ayat-30.html

Al-Qur'an surah Al-Maidah ayat 30-31

Lanjut Baca Kisah Burung Gagak yang Mengajarkan Manusia

Rabu, 14 Oktober 2020

Kenapa dalam Al-Qur'an ada kisahnya?

 Islamicnetwork.id - Kisah yang berada dalam al-qur'an itu ada banyak. Mulai dari kisah para nabi, sahabat dan yang lainnya. Lalu muncul sebuah pertanyaan dalam kepala kita.

Sebenarnya apa sih tujuan dari kisah-kisah yang berada di al-qur'an? Okeh, saya akan membahas hal ini dengan teliti dan pastinya perlu memakai referensi sumber.



Jadi kalo menurut Sayyid Quthb, dia adalah seorang pejuang islam. Dia mengatakan ada beberapa tujuan yaitu:

1. Menetapkan Wahyu dan Risalah Nabi Muhammad SAW. (Yusuf:2-3)

2. Menerangkan bahwa agama seluruhnya dari Allah, dan bahwa kaum mu‟minin seluruhnya adalah umat yang satu. (al-Anbiya‟:48-50)

3. Menerangkan bahwa agama seluruhnya adalah satu dasar. (al-A‟raf: 59)

4. Menjelaskan bahwa cara para nabi dalam berdakwah itu satu dan penerimaan kaum mereka hampir mirip semuanya. (Huud: 25-27)

Dan juga mungkin dengan adanya kisah-kisah di al-qur'an, selain memberikan beberapa tujuan juga dimaksud kan agar tidak bosan. Maksud saya, coba kalo kamu membaca sebuah cerita lalu kamu membaca buku ilmiah.

Kemudian kamu bandingkan, lebih tertarik mana kamu antara buku cerita dengan ilmiah. Itu hanya analogi. Nah, hal itu juga menurut para penelitian cerita itu biasanya memiliki narasi yang baik, ketimbang buku ilmiah.

Mungkin itu aja sih yang bisa saya bahas bareng. Seperti biasa, sumber referensi saya taruh di bawah ya. Keep learning and stay humble.

------------------------------

Referensi Sumber:

https://www.qureta.com/post/membaca-perkaya-imajinasi

https://tirto.id/sayyid-qutb-mati-tapi-idenya-abadi-bagi-kaum-islam-politik-cvvc

Lanjut Baca Kenapa dalam Al-Qur'an ada kisahnya?

Sabtu, 17 Februari 2018

,

Adakah Alien Menurut Pandangan Islam?

Adakah Alien Menurut Pandangan Islam?


Adakah Alien Menurut Pandangan Islam?

Alien menurut pandangan islam. Banyak sekali berita tentang makhluk luar angkasa yang turun ke bumi entah itu benar adanya ataupun hanya berita palsu. Banyak yang bilang itu benar adanya dan ada juga yang tidak percaya dengan adanya berita tersebut. Namun timbul sebuah pertanyaan alien menurut pandangan islam. Apakah ada? Tentunya yang namanya “Alien” itu tidak ada tapi kalo makhluk lain yang berada dilangit (luar angkasa) itu hanya Allah SWT yang mengetahui. Tapi saya akan mengajak kalian untuk berfikir sejenak tentang adakah makhluk lain di langit sana yang hampir menyerupai manusia? Berikut pembahasannya.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?

1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis,Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapidisebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.

2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:a) Sujud dengan taat kepada Allah;b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; danc) Memiliki bayang-bayang.Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paraghraf pertama dari ayat tersebut. Paraghraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… Paraghraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paraghraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang.

3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.

4. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.

5. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.

6. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.

7. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.Disamping “Man”, di luar planet Bumipun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat,dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan diBumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya.

DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).

Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab.

Tag : Alien menurut pandangan, Apakah itu alien, Benarkah adanya alien?, Berita alien, Alien, Makhluk lain dilangit, Makhluk luar angkasa yang berada di bumi
Lanjut Baca Adakah Alien Menurut Pandangan Islam?

Rabu, 21 Juni 2017

Taubatlah Sebelum Terlambat

TAUBATLAH SEBELUM TERLAMBAT

       Wahai Saudaraku, Rasulullah saw. Telah bersabda:
Barangsiapa dibukakan pintu kebaikan baginya, maka hendaklah dia mengunakan kesempatan itu, sebab hal itu tidak di ketahui kapan pintu kebaikan itu di tutup baginya.

Wahai saudaraku, selagi pintu kesempatan dan pintu hidup masih dibuka, maka hendaknya engkau dapat memeliharanya dengan baik. Siapa tau dalam waktu dekat, pintu ditutup kembali dan rohmu dicabut dari kerongkongan.

Jagalah akhlakmu yang baik selagi dirimu masih bisa melakukannya. Masukilah pintu taubat selagi masih terbuka bagimu. Jauhkan dirimu dari pintu-pintu yang dapat menyebabkan dosa dan kemaksiatan. Sebab pintu-pintu maksiat itu senantiasa terbuka lebar bagimu.
Wahai saudaraku, bangkitlah dari sesuatu yang meresahkan dirimu. Sucikanlah dirimu dari segala kotoran. Perbaikilah diri dari sesuatu yang merusak. Jernihkan dirimu dari kekeruhan. Kendalikan dirimu dari kesenangan duniawi. Kembalilah kepada Tuhanmu, yang telah kau jadikan tempat kembali.

Sifat malas hanya akan membuahkan sesal bagimu. Karena itu, janganlah bermalas-malasan dan menunda penghambaan kepada Tuhanmu. Bersegeralah melakukan amal shalih, karena Allah akan memberikan rahmatNya kepadamu, baik di dunia dan akhirat.
Wahai saudaraku, kembalilah kepada Allah dengan sepenuh hati. Jadikanlah doamu sebagai pemikat. Jangan berdoa kepadaNya selagi hatimu tiada berkonsentrasi kepadaNya. Ketahuilah, bahwa pada saatnya nanti, jika Kiamat telah tiba, semua manusia mengakui perbuatannya yang pernah dilakukan di dunia; jelek atau buruk. Engkau akan menyesal dan tiada berguna. Saat itulah terjadi perhitungan amal perbuatan. Tiada yang terselipi sedikitpun. Dan engkau pun tak mampu berkelit untuk berbohong.

     Rasulullah saw. bersabda:              
Dunia ini adalah perladangan akhirat, maka barangsiapa menanam kebaikan, maka dia akan merasakan hasilnya dengan perasaan puas, dan barangsiapa yang menanam keburukan, maka dia akan menghasilkan penyesalan.

Wahai saudaraku, sekarang engkau masih belum dapat membuktikan tentang kematian. Jika saatnya nanti nyawa telah direnggut oleh malaikat izrail, barulah engkau menyadarinya betapa penyesalan tiada guna.


Wahai Allah, bangkitkanlah kami dari kelalaian, jagalah kami dari hati yang tumpul yang menyebabkan diriku jadi lalai kepadaMu.

Wahai saudaraku, engaku berkutat dengan sesuatu yang buruk bisa mendatangkan keburukan pada dirimu sendiri. Hal itu dapat pula melenyapkan kebaikanmu. Karenanya, berjalanlah di bawah naungan Al Qur’an dan Sunah Rasul. Engkau pasti menjadi manusia selamat dan beruntung.

Wahai saudaraku, janganlah engkau melupakan waktumu. Jangan membiarkan sisa umurmu berlalu dengan sia-sia. Jangan engkau tengelamkan dirimu dalam kesibukan mencari makan, berangan-angan tinggi yang tidak pasti engkau temukan jawabanya. Hal yang demikian itu hanyalah menjadi penghalang bagi dirimu untuk sampai kepada Allah. Juga menghinakan kedudukanmu di hadapanNya. Hendaknya engkau malu kepadaNya, dengan sebenar-benarnya malu.

Wahai saudaraku, sesungguhnya duduk dengan tenang sambil berdzikir (mengingat Allah) di dalam hati merupakan akhlak orang makrifat (arif), merupakan orang sidiq, yang kelak tempatnya di dalam surga. Oleh karenanya, jadilah sebagai hamba yang ridha atas takdirNya dengan cara mendekatkkan diri kepadaNya secara total.

Wahai saudaraku, bermunajatlah kepadaNya. Karena dengan munajat, dapatlah menyingkab tabir penghalang antara dirimu dengan Tuhanmu. Bertaqarublah kepadaNya dalam hati yang hakiki.
Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai denganNya, dan Dialah (Allah) yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS.Assyura 11)

Wahai saudaraku, surga telah dijanjikan oleh Allah swt. kepada setiap hamba beriman, yang mereka bisa melihat DzatNya tanpa hijab, tanpa keraguan sedikitpun. Jika dirimu beramal semata-mata karena Allah, maka engkau akan dekat kepadaNya dan Dia selalu melihatmu sebagai balasan bagimu.
Wahai saudaraku, janganlah engkau mencari nikmat, tetapi carilah siapa yang memberi nikmat kepadamu. Karena sesungguhnya nikmat tidak akan engkau temukan selama-lamanya. Namun jika engkau telah menemukan Pemberi Nikmat, maka engkau akan mendapat kenikmatan yang hakiki (selama-lamanya), dunia dan akhirat.

Wahai saudaraku, hendaknya engkau selalu mengingat akan kematian. Bersabarlah dan bertawakallah jika engkau mendapat cobaan. Serahkan dirimu kepadaNya dalam setiap keadaan. Jika tiga tingkatan ini engkau miliki dengan sempurna, maka Allah akan “mendatangimu” ketika ajalmu datang.
Engkau akan merasakan hasil dari jerih payah sikap zuhudmu dan jerih payahmu dalam bersabar menghadapi cobaan.

Engkau haruslah sabar jika sesuatu terlepas dari dirimu. Engkau senantiasa bergantung kepadaNya. Selamatkan jiwamu dari dunia dan akhirat. Janganlah bergantung kepada dunia. Bergantunglah hanya kepada Allah. Maka Allah akan memberi rahmatNya kepadamu dari segala penjuru. Jika engkau mampu memelihara jiwamu, tentu engkau akan selamat dari bujukan syetan dan bujukan nafsumu sendiri. Insya Allah engkau termasuk golongan manusia sebagaimana dirman Allah ini :
Sesungguhnya hamba-hambaku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka. (QS. Al Hijr 42)

Hati mereka selalu berhubungan dengan Allah dan selalu bergantung kepadaNya sehingga mereka terbebas dari tipu daya syetan. Mereka mendapatkan pertolongan dari Allah. Jika pertolongan itu telah sempurna engkau miliki, maka dunia dan akhirat akan menjadi pelayanmu tanpa paksa.

Wahai saudaraku, laluilah pintu Tuhanmu dan tetaplah engkau di sana, niscaya engkau akan mendapat petunjuk tentang jalan yang benar dan jalan yang bathil.

Janganlah engkau mencari sesuatu untuk menambah atau mengurangi. Sebab setiap kepastian itu telah dimiliki oleh setiap individu. Tak seorang pun di antaramu mempunyai apa yang akan terajadi, dan apa kehendak Allah.

Tuhanmu telah selesai dari menciptakan, dan menetapkan rizki, menetapkan mati, dan menggerakkan qadam dengan demikian Allah tetap Mengetahui dengan keberadaan ini.
Sesungguhnya Allah telah menentukan segala sesuatu yang ditutup dengan perintah dan larangan agar hukum-hukum Allah itu berlaku bagi segenap manusia.

Allah swt. Berfirman:
Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya dan merekalah yang akan ditanya. (QS. Al Anbiya’ 23)

Jika engkau telah berbuat khilaf atau sengaja berbuat salah, maka segeralah kembali kepadaNya dengan cara bertaubat. Mengapa? Agar kekeliruan dan kebodohanmu itu tidak meninggalkan berkas dosa. Tentu saja untuk bertaubat haruslah engkau penuhi beberapa syarat, diantaranya ialah menghentikan perbuatan yang salah itu dan engkau harus benar-benar menyesalinya. Di samping itu engkau harus mempunyai tekad yang kuat untuk tidak mengulangi itu lagi.

Jika kesalahan an kebodohan itu masih saja terulang, berarti taubatmu hanyalah taubat yang “main-main”. Engkau tidak sungguh-sungguh. Hal itu justru akan menambah-nambah kemurkaan Allah kepada dirimu.


Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang mu’min agar supaya kamu semua beuntung. (QS. An Nur 31)
Lanjut Baca Taubatlah Sebelum Terlambat

Sabtu, 17 Juni 2017

Hukum Mim Mati

Hukum Mim Mati
   Hukum Mim Mati [] Hukum bacaan mim mati atau sering disebut dengan hukum bacaan mim sukun  ini merupakan salah satu dari cabang ilmu tajwid. Hukum bacaan mim mati atau mim sukun bagi yang sekolah di sekolah islam atau di pondok pesantren , pasti sudah mengenalnya . Nanum diantara kita tentu masih banyak yang belum memahaminya. Maka dari itu , pada kesempatan kali ini mari kita mempelajari hukum bacaan mim mati atau mim sukun bersama – sama .

   Hukum bacaan mim mati yaitu hukum bacaan mim sukun bertemu dengan semua huruf hijaiyah.
   Macam – macam hukum bacaan Mim Mati
hukum bacaan mim mati terbagi menjadi 3 macam , yaitu :
  • Idgham Misli atau idgham mutamatsilain ( Idgham Mimi )
  • Ikhfa syafawi
  • Idzhar syafawi

1. Idgham Misli ( idgham mutamatsilain / idgham mimi )

Idgham misli yaitu mim mati  bertemu dengan huruf mim (Ù…) . 
Cara membaca idgham misli yaitu mendengung . Dengan memasukan huruf mim mati ke dalam huruf mim di depannya .
Cara membacanya :
  • Misla humma ‘ahum 
  • Ajra humma rataini 
  • Fiiquluu bihimma radun
  • Wain kuntummar daa 

2. Ikhfa syafawi

Apabila ada mim mati bertemu dengan huruf ” ba ( Ø¨ ) ” ,Maka di sebut dengan hukum bacaan ikhfa syafawi .
Cara membacanya bacaan ikhfa syafawi yaitu samar – samar , artinya pada saat membaca mim sukun disamarkan antara mim dan ba dan terdengar seperti didengungkan .
Contoh bacaan ikhfa syafawi :
Cara membacanya :
  • WAMAYYA’ TASIMM BILLAHI
  • WAMAA HUMM BIHAA RIJIINA
  • TAQIIKUMM BA SAKUM
  • WAHUMM BADA UKUM

3. Idzhar syafawi

  Apabila ada mim mati bertemu dengan semua huruf hijaiyah kecuali huruf mim dan ba , maka hukum bacaannya adalah iddzhar syafawi .
Huruf idzhar syafawi :


   Cara membaca bacaan idzhar syafawi , yaitu kembali lagi kepada arti idzhar yang sesungguhnya yaitu jelas . Jadi , cara membaca bacaan  idzhar syafawi harus jelas  jelas , tanpa di dengungkan dan keluar dari hakikat mahraj huruf tersebut .
    Contoh bacaannya :

Cara membacanya :
  • WALAM YAKULLAHU
  • ALKHAMDU 

Demikian penjelasan mengenai hukum bacaan mim mati dalam ilmu tajwid . Semoga setelah kita mempelajarinya , maka kita akan lebih baik lagi dalam membacanya dan dapat membedakan antara bacaan nun sukun/tanwin dengan  bacaan mim sukun. Semoga bermanfaat

Lanjut Baca Hukum Mim Mati

Minggu, 04 Juni 2017

Akhlakul Mazmumah : Sombong atau takabur

Sombong atau takabur


    Sombong merupakan salah satu dari akhlakul mazmumah atau akhlak yang tercela. Orang sombong dalam islam adalah penyakit yang bisa melanda seluruh lapisan masyarakat, dari yang kaya sampai yang miskin, orang alim dan bodoh, yang muslim maupun yang non muslim, dan lain-lainnya. Sombong adalah watak utama dari iblis, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an.

Pengertian Sombong/Takabur

  Takabur secara bahasa artinya sombong atau membanggakan diri. Orang sombong selalu membanggakan dirinya sendiri, sehingga lupa bahwa semua yang dimilikinya hanyalah karena karunia Allah SWT semata. Dan karunia itu harus disyukuri bukan untuk dibangga-banggakan orang lain.
   Sedangkan menurut istilah takabur adalah sikap merasa dirinya lebih dari pada orang lain dan memandang rendah orang lain serta tidak mau taat/tunduk kepada Allah SWT. Penyebab sikap takabur: harta, kedudukan, ilmu & keturunan.
Sifat takabur hampir sama dengan sifat ujub. Dimana sifat ujub adalah mengangg kelebihan yang ada pada dirinya adalah atas usahanya sendiri. Sedangkan sifat takabur menggangap dirinya lebih mampu dari orang lain. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:

    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membangakan diri(18) dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara adalah suara keledai(19)”. (QS.Lukman : 31/18 – 19)

Ciri ciri orang sombong

Diantara ciri-ciri manusia yang suka berperilaku sombong/ takabbur adalah sebagai berikut :
  1. Sikap memuji diri, Sikap ini muncul karena merasa dirinya memiliki kelebihan harta, ilmu pengetahuan, dan keturunan atau nasab. Oleh karena itu ia merasa lebih hebat dibanding orang lain.
  2. Merendahkan dan meremehkan orang lain, Sikap ini bisa diwujudkan dengan mamalingkan muka ketika bertemu dengan orang lain yang dikenalnya, karena merasa lebih baik dan lebih hebat darinya.
  3. Suka mencela dan membesar-besarkan kesalahan orang lain, Orang yang takabbur selalu menyangka bahwa dirinyalah yang benar, baik, dan mulia serta mampu malakukan segala sesuatu. Sedangkan orang lain dianggap rendah, kecil, hina dan tak mampu berbuat sesuatu. Bahkan orang lain dimatanya selalu berbuat salah.

Bahaya Sikap Takabur :

  1. Sikap tercela yang sangat dibenci oleh Allah SWT ( Q.S. An Nisa : 36 )
  2. Dibenci oleh orang lain karena keangkuhannya ( Q.S. Lukman ayat 18 )
  3. Dapat mematikan hati manusia ( Q.S. Al Mukmin ayat 35 )
  4. Tidak mensyukuri nikmat Allah SWT ( Q.S. Al Israa ayat 83 )
  5. Akan dimasukan ke dalam neraka ( Q.S. An Nahl ayat 29 )

Cara Menjauhi Sikap Takabur

  1. Membiasakan diri dengan perilaku terpuji. Jika urusan dunia atau rezeki lihatlah manusia yang berada dibawah. Jika urusan akherat lihatlah manusia yang ada diatas tingkat kedekatannya dengan Allah swt.
  2. Membersihkan hati dari sikap takabbur dengan cara memperbanyak zikir kepada Allah swt.
  3. Memperbanyak sahabat, sehingga dengan semakin banyak sahabat akan semakin tahu sisi kehidupan lain dari sahabatnya.
Berikut hadist dan firman :
“Wa qala rabbukumud’uni astajiblakum. Innalladina yastakbiruna ‘an ‘ibadati sayadkhuluna jahannama dakhirina”. (QS. Al- Mukmin : 40/60)
Artinya : ”Dan Tuhanmu berfirman, ”Berdoalah kepadaku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al- Mukmin : 40/60)
Rasulullah saw bersabda :
“An qatadata wa zada fihi wa innallah auha ilayya an tawada’u hatta la yafkhara ahadun ‘ala ahadin wala yabgi ahadun ‘ala ahadin”. (HR. Muslim)
Artinya : “Dari Qatadah dan menambah didalamnya, “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada saya supaya kalian bertawadluk hingga tidak ada seorang pun yang menganiaya orang lain dan tidak ada seorangpun yang menyombongkan diri atas orang lain”. (HR. Muslim)
  Menurut Imam Al- Ghazali ada tujuh kenikmatan yang menyebabkan seseorang memiliki sifat takbbur yaitu :
  1. Ilmu pengetahuan,  orang yang berilmu tinggi atau berpendidikan tinggi merasa dirinya orang yang paling pandai bila dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu atau berpendidikan
  2. Amal ibadah yang tidak jelas dapat menyebabkan sifat takabbur apalagi bila mendapat perhatian dari orang lain
  3. Kebangsawanan, dapat menyebabkan takabbur karena menganggap dirinya lebih tinggi derajadnya daripada kelompok atau kasta lain
  4. Kecantikan dan ketampanan wajah, menjadikan orang merendahkan orang lain dan berperilaku sombong
  5. Harta dan kekayaan, dapat menjadikan orang meremehkan orang miskin
  6. Kekuatan dan kekuasaan, dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya ia dapat berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain tanpa melihat statusnya
  7. Banyak pengikut, teman sejati, karib kerabat yang mempunyai kedudukan dan pejabat-pejabat tinggi.
   Semoga dengan artikle di atas bisa membuat anda sadar bahwa hidup kita di dunia itu hanya titipan/sementara. jadi, buat apa kita takabur/sombong? lebih baik kita bertawakal dan banyak-banyak beribadah kepada allah swt.
     Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
   Jangan lupa diikuti agar kalian bisa liat postingan terbaru dari islamnetworkcyber.blogspot.co.id dan jangan lupa bagikan kepada teman-teman kalian karena pahala bisa didapat dari mana saja khususnya berbagi ilmu kepada teman-teman kalian.
Lanjut Baca Akhlakul Mazmumah : Sombong atau takabur

Education

Education

AkhlakTajwidBerita

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
     Pada Islam Network Cyber Edukasi ini kami memberikan ilmu tentang Akhlak, Tajwid dan Berita seputar kehidupan masyarakat muslim. Kami menyediakan pengetahuan ini agar pembaca sekalian dapat memahami ataupun memperdalam ilmu-ilmu islam. Kami berharap semoga dengan pelajaran-pelajaran yang kami berikan ini dapat memberikan manfaat kepada sahabat muslim sekalian.
   Pelajaran-pelajaran yang kami berikan ini insya allah terpercaya dan aman bagi sahabat muslim sekalian karena kami berdasarkan Al-Qur’an, Hadist dan Orang yang ahli di bidang agama islam.
    Berikut Pelajaran-pelajaran yang kami berikan menyangkut:

    Pengertian akhlak adalah suatu sifat yang ternanam dalam jiwa seseorang yang dari sifat tersebut timbul suatu perbuatan denganmudah/gampang tanpa perlu pemikiran & pertimbangan. (al-Imam al-Ghazali)
    Akhlak dibagi menjadi :
  Akhlakul karimah (mahmudah) adalah tingkah laku yang terpuji yang merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang kepada Allah SWT.
   Akhlakul Mazmumah ialah peringai atau tingkah laku yang tercermin pada diri manusia yang cenderung melekat dalam bentuk yang tidak menyenangkan orang lain.

   Pengertian ilmu tajwid menurut istilah adalah ilmu yang membahas tata cara membaca Al-Qur’an. Mempelajari tajwid hukumnya Fardu Kifayah yaitu jika sudah ada yang mempelajari istilah-istilah dan teori ilmu tajwid maka kewajiban itu gugur bagi yang lainnya. Adapun mempraktekan ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an adalah Fardhu ‘Ain, yaitu kewajiban bagi setiap umat islam.
  Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Muzammil ayat 4
Yang Artinya  :   “Dan bacalah Al-Qur’an dengan Tartil”

Berita
   Kami menyediakan berita islami masa kini/terbaru agar kalian selalu update informasi seputar agama islam.
Semoga dengan Islam Network Cyber Education ini kalian mandapat informasi, pembelajaran dan wawasan tentang islam. Ikuti agar kalian mendapatkan informasi seputar terupdate dari islami network cyber ini dan bagikan ke teman-teman kalian karena pahala bisa didapat dari mana saja khususnya dengan berbagi informasi atau pengetahuan kepada teman-teman kalian.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Lanjut Baca Education

Sabtu, 03 Juni 2017

Picture Islam

Assalamu’alaikum Wr. Wb

     Sahabat muslim sekalian, kali ini saya akan membagikan picture-picture tentang islami. Picture ini dapat dijadikan wallpaper dan Display Picture social media. Islami network mempunyai banyak sekali Picture islami yang bisa kalian download secara gratis ataupun bisa dibeli dengan menghubungi langsung rivaldiazzof@gmail.com yang disediakan dalam bentuk zip atau rar.

     Maksud kami membagikan gambar islami ini agar kalian lebih mengingat pada akhirat, karena kita semua diciptakan didunia hanya sebagai titipan dan kehidupan yang sebenarnya ada di akhirat. Oleh karena itu semoga dengan picture islami ini kalian dapat selalu ingat kepada sang pencipta.


Kelebihan gratis dengan beli
    Kalian dapat mendownload dengan gratis yang hanya kami share, jadi kalian tidak dapat memesan. Jika kalian ingin memesan kalian dapat beli dengan mengubungi rivaldiazzof@gmail.com nanti bisa dibicarakan lewat gmail ini. Masuk ke Gmail



Picture islami tentang berdoa
    Sahabat muslim sekalian kami akan membagikan picture islami tentang berdoa. Pasti kalian sudah tahu apa itu berdoa? Kami berharap dengan picture islami ini kalian dapat lebih banyak berdoa dan mengingat kepada Allah SWT. Berikut picturenya dapat kalian download dibawah ini:

Doa Ibu Sepanjang Jaman

HR. Abu Ya'la

Doa seorang Muslim

Doa untuk Ibu

Demikian picture islam tentang berdoa, saya harap kalian bisa lebih meningkatkan do’a kalian kepada yang maha kuasa. Kembali ke halaman utama.

Wassalamu’alikum Wr. Wb
Lanjut Baca Picture Islam

Kamis, 01 Juni 2017

Niat Puasa 6 hari di bulan Syawal



    Sahabat muslim kali ini, kami akan mengeshare  apa Niat Puasa 6 hari di bulan Syawal.
Puasa 6 hari di bulan syawal, tepatnya setelah hari raya idul fitri merupakan bagian daripada puasa sunnah. Sebagaimana puasa-puasa yang lainnya, puasa sunnah dibulan syawal juga harus berniat. Perlu diketahui bahwa ada perbedaan antara waktu niat puasa wajib (seperti puasa ramadhan) dengan niat puasa Sunnah.

      Perbedaannya adalah puasa wajib, niatnya harus dilakukan dimalam hari, mulai dari terbenam matahari sampai terbit fajar. Sedangkan puasa sunnah, niat boleh dilakukan sebelum terbit fajar asalkan belum tergelincir matahari dan belum memakan sesuatu apapun.

      Bagaimana niat puasa Sunnah 6 hari bulan syawal?.  Pada hakikatnya niat dilakukan didalam hati dan boleh dengan bahasa apapun. Oleh karena itu, adanya niatan/keinginan/kesengajaan didalam hati untuk puasa sunnah itu sudah mencukupi.

     Bila niat puasa sunnah dilakukan dimalam hari maka sebagai berikut :
NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN SITTATIN MIN SYAWWAALIN SUNNATAN LILLAAHI TA’LA

     Artinya : “Saya niat berpuasa besok dari enam hari di bulan syawal karena Allah Ta’ala
Bila niatnya dilakukan setelah terbit fajar, cukup niatkan didalam hati misalkan “Saya niat puasa syawal karena Allah Ta’ala” atau semisalnya.

    Adakah pahalanya ? Bila niat baru disengajakan dipagi hari atau disiang hari sebelum tergelincir matahari maka pahala puasa yang diperbolehkan adalah dimulai sejak niat telah dihadirkan didalam hatinya, waktu sebelum hadirnya niat, tidak ada pahalanya. Hal itu berdasarkan sabda Nabi Saw tentang niat : “segala perbuatan itu berkaitan dengan niat masing-masing”.

    Oleh karena itu, sebelum adanya niat, belum dicatat pahala baginya, sedangkan setelah adanya niat, barulah tercatat pahala untuknya.

Semoga bermanfaat bagi kalian semua, jangan lupa dishare karena pahala itu bisa didapat dari mana saja. Salah satunya berbagi ilmu kepada sesamanya. 
    Apabila ada kesalahan silahkan comment atau kirim pesan lewat gmail ke rivaldiazzof@gmail.com
kembali ke halaman utama
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Lanjut Baca Niat Puasa 6 hari di bulan Syawal